BOYOLALI – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Boyolali kembali
melaksanakan Program Pendidikan Non Formal “CERDAS” bekerja sama dengan Pusat
Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Widya Karya, Jumat (2/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.30 WIB tersebut
dilaksanakan di lingkungan Rutan Boyolali dan diikuti oleh warga binaan. Proses
pembelajaran didampingi oleh tenaga pendidik dari PKBM Widya Karya bersama
petugas Rutan Boyolali.
Kepala Rutan Boyolali, Ervans Bahrudhin Mulyanto, mengatakan
bahwa pendidikan menjadi bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan.
Menurutnya, kesempatan memperoleh pendidikan di dalam Rutan diharapkan dapat
menjadi bekal bagi warga binaan untuk meningkatkan kualitas diri dan
mempersiapkan kehidupan setelah kembali ke masyarakat.
“Kami terus mendorong agar warga binaan mendapatkan hak dan
kesempatan untuk memperoleh pendidikan. Melalui Program CERDAS ini, kami
berharap mereka tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga dapat terus
belajar, mengembangkan potensi, dan mempersiapkan diri untuk kembali ke
masyarakat,” ujar Ervans.
Program CERDAS merupakan salah satu bentuk pembinaan yang
diarahkan untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan bagi warga binaan.
Melalui pendidikan nonformal, warga binaan diberikan kesempatan untuk
mengembangkan pengetahuan dan keterampilan sebagai bagian dari proses pembinaan
selama menjalani masa pidana.
Pelaksanaan program tersebut juga menjadi bagian dari upaya
Rutan Boyolali dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia warga
binaan. Pendidikan diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk
menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana.
Selama kegiatan berlangsung, proses pembelajaran berjalan
dengan aman, tertib, dan lancar. Warga binaan mengikuti kegiatan dengan baik
serta menunjukkan respons positif terhadap pelaksanaan Program CERDAS. (sg)


Posting Komentar