BOYOLALI – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Boyolali kembali
mengembangkan program pembinaan kemandirian melalui budidaya bawang merah. Kali
ini, budidaya dilakukan dengan skala yang lebih besar di lahan pertanian Rutan
Boyolali, Senin (14/9).
Kegiatan tersebut melibatkan warga binaan yang didampingi
petugas pembinaan kemandirian. Pengembangan budidaya bawang merah ini merupakan
tindak lanjut dari uji coba sebelumnya yang dilakukan dalam skala kecil.
Setelah melihat proses budidaya sebelumnya, Rutan Boyolali
kemudian kembali mengembangkan tanaman bawang merah dengan cakupan lahan yang
lebih luas. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Rutan Boyolali dalam
mengoptimalkan lahan pertanian sekaligus memberikan keterampilan produktif
kepada warga binaan.
Dalam pelaksanaannya, warga binaan terlibat secara langsung
dalam berbagai tahapan budidaya, mulai dari persiapan lahan hingga perawatan
tanaman. Seluruh kegiatan dilakukan dengan pendampingan petugas untuk
memastikan proses budidaya berjalan dengan baik.
Program tersebut diharapkan tidak hanya mendukung
pemanfaatan lahan produktif di lingkungan Rutan Boyolali, tetapi juga menjadi
sarana bagi warga binaan untuk memperoleh pengalaman dan keterampilan di bidang
pertanian.
Melalui pembinaan kemandirian yang berkelanjutan, Rutan
Boyolali terus mendorong warga binaan agar memiliki keterampilan yang dapat
menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat. (sg)


Posting Komentar