BOYOLALI – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Boyolali
terus mengembangkan program pembinaan kemandirian melalui penerapan konsep
integrated farming system. Salah satunya dengan memanfaatkan limbah sayuran
dari dapur sebagai bagian dari pakan ternak domba.
Kegiatan pemberian pakan tersebut dilaksanakan di kandang
peternakan domba Rutan Boyolali, Selasa (15/9). Kegiatan melibatkan warga
binaan bersama petugas Pembinaan Kemandirian serta tim Maganghub Kementerian
Ketenagakerjaan (Kemnaker).
Dalam kegiatan tersebut, warga binaan memberikan pakan
berupa rumput dan sisa sayuran dapur kepada ternak domba. Pemanfaatan sisa
sayuran tersebut menjadi salah satu upaya Rutan Boyolali dalam mengoptimalkan
limbah organik sekaligus mendukung pengelolaan peternakan yang berkelanjutan.
Saat ini, ternak domba yang dipelihara terdiri atas satu
ekor domba betina dalam kondisi hamil, tujuh ekor jantan dewasa, dan satu ekor
jantan remaja. Seluruh ternak dalam kondisi sehat dan mendapatkan perawatan
serta pemberian pakan secara rutin.
Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya memberikan
keterampilan praktis kepada warga binaan. Melalui kegiatan peternakan, warga
binaan tidak hanya terlibat dalam perawatan dan pemeliharaan ternak, tetapi
juga belajar mengenai pengelolaan pakan dan pemanfaatan sumber daya yang
tersedia di lingkungan Rutan.
Penerapan integrated farming system diharapkan dapat
menciptakan pola pengelolaan pertanian dan peternakan yang saling terintegrasi.
Limbah dari satu kegiatan dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan lainnya
sehingga lebih efisien dan memiliki nilai manfaat.
Rutan Boyolali terus mendorong pengembangan program
pembinaan kemandirian yang produktif dan berkelanjutan sebagai bekal
keterampilan bagi warga binaan sebelum kembali ke tengah masyarakat. (sg)


Posting Komentar