Perkuat Pembinaan Mental, Rutan Boyolali Fasilitasi Pengabdian Masyarakat FK UNDIP bagi Warga Binaan

  


Boyolali – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Boyolali menyambut dan memfasilitasi pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang diselenggarakan oleh Tim Departemen Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK UNDIP) bagi warga binaan. Kegiatan berlangsung di Aula Rutan Kelas IIB Boyolali pada Jumat (17/07).

Kegiatan dibuka oleh Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas IIB Boyolali, Fathur Rohman Julianto, yang hadir mewakili Kepala Rutan Boyolali. Dalam sambutannya, Fathur menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Tim Pengabdian Masyarakat Departemen Ilmu Keperawatan FK UNDIP yang telah memilih Rutan Boyolali sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan pengabdian.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Tim Pengabdian Masyarakat Departemen Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro atas kepedulian dan kontribusinya dalam memberikan edukasi kepada warga binaan. Semoga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar serta memberikan manfaat yang nyata bagi warga binaan sebagai bekal dalam menjalani masa pembinaan maupun setelah kembali ke masyarakat," ujar Fathur.

Dalam kegiatan tersebut, para dosen dari Departemen Ilmu Keperawatan FK UNDIP menyampaikan materi yang berkaitan erat dengan kondisi psikologis warga binaan, meliputi pengelolaan stres, kecemasan, serta pentingnya konseling sebaya (peer counseling). Materi disampaikan secara interaktif sehingga mendorong warga binaan untuk aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, dan menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi selama menjalani masa pidana.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Warga binaan tidak hanya menerima materi, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk berkonsultasi dan bertukar pengalaman secara langsung dengan para narasumber. Suasana diskusi yang terbuka diharapkan mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental serta membangun dukungan sosial yang positif di lingkungan pembinaan.

Salah seorang warga binaan berinisial J mengaku memperoleh banyak manfaat dari kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan memberikan wawasan baru mengenai cara mengelola stres dan kecemasan sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari selama menjalani masa pembinaan.

"Kegiatan ini sangat membantu. Saya jadi mendapat ilmu baru tentang bagaimana mengelola stres dan kecemasan. Selain itu, kami juga bisa saling berbagi pengalaman dan belajar untuk saling mendukung satu sama lain," ungkap J.

Melalui kegiatan ini, Rutan Kelas IIB Boyolali terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan. Edukasi mengenai kesehatan mental diharapkan dapat memperkuat kesiapan warga binaan dalam menjalani proses pembinaan secara optimal serta mendukung proses reintegrasi sosial ketika kembali ke tengah masyarakat. (sg)


0/Post a Comment/Comments

Ads1
Ads2