Maksimalkan Bakal Buah, Warga Binaan Rutan Boyolali Lanjutkan Polinasi Melon Hidroponik

 


BOYOLALI – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Boyolali terus mengoptimalkan program pembinaan kemandirian di bidang pertanian melalui budidaya melon hidroponik. Pada Sabtu (11/07), dua warga binaan dengan pendampingan petugas pembinaan kemandirian melaksanakan proses polinasi tanaman melon di Greenhouse Hidroponik Rutan Boyolali sebagai upaya memaksimalkan pembentukan bakal buah.

Kegiatan polinasi dilakukan pada tanaman melon yang telah memasuki fase berbunga. Tahapan ini menjadi salah satu proses penting dalam budidaya melon karena berpengaruh terhadap tingkat keberhasilan pembentukan buah serta kualitas hasil panen yang akan diperoleh.

Selama pelaksanaan kegiatan, warga binaan mendapatkan pendampingan secara langsung dari petugas pembinaan kemandirian guna memastikan proses penyerbukan berlangsung dengan tepat. Selain menjadi bagian dari perawatan tanaman, kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan untuk meningkatkan keterampilan di bidang pertanian modern berbasis hidroponik.

Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Boyolali, Fathur Rohman Julianto, menjelaskan bahwa proses polinasi merupakan tahapan yang sangat menentukan dalam menghasilkan buah melon yang berkualitas.

"Hari ini dilakukan proses polinasi untuk memaksimalkan pembentukan bakal buah. Dengan penyerbukan yang dilakukan secara tepat, diharapkan bakal buah yang terbentuk dapat berkembang secara optimal sehingga ke depan mampu menghasilkan melon dengan kualitas yang tinggi," ujar Fathur.

Ia menambahkan, keberhasilan budidaya melon hidroponik tidak hanya bergantung pada proses penanaman dan perawatan nutrisi, tetapi juga pada ketepatan setiap tahapan budidaya, termasuk proses polinasi. Oleh karena itu, setiap tahap dilakukan secara cermat dengan pendampingan petugas agar hasil panen yang diperoleh sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Program budidaya melon hidroponik di Rutan Boyolali merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan praktis di bidang pertanian. Melalui keterlibatan langsung dalam setiap tahapan budidaya, mulai dari persemaian, perawatan, hingga polinasi dan panen, warga binaan diharapkan memiliki bekal kompetensi yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke tengah masyarakat.

Selain mendukung peningkatan kualitas pembinaan, program tersebut juga menjadi wujud komitmen Rutan Boyolali dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus menciptakan warga binaan yang produktif, terampil, dan siap berkontribusi secara positif setelah menyelesaikan masa pidananya. (sg)


0/Post a Comment/Comments

Ads1
Ads2