Boyolali – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Boyolali menggelar acara pelepasan pegawai purna bakti dan alih tugas di Aula Rutan Boyolali, Jumat (31/07). Kegiatan tersebut berlangsung penuh kehangatan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengabdian para pegawai yang telah memberikan kontribusi bagi kemajuan organisasi.
Acara dihadiri Kepala Rutan Boyolali, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan, dan seluruh jajaran. Pada kesempatan tersebut, pelepasan diberikan kepada Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Fathur Rohman Julianto, yang memasuki masa purna bakti setelah menyelesaikan masa pengabdiannya sebagai aparatur sipil negara. Selain itu, Rutan Boyolali juga melepas Dini Sukesi yang mendapatkan amanah baru melalui alih tugas ke Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah.
Dalam sambutannya, Kepala Rutan Boyolali, Ervans Bahrudhin Mulyanto, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Bapak Fathur Rohman Julianto atas dedikasi serta pengabdian yang telah diberikan selama bertugas di Rutan Boyolali. Menurutnya, Bapak Fathur telah mengemban berbagai amanah jabatan, mulai dari staf, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka.KPR), Kepala Subseksi Pengelolaan, hingga terakhir sebagai Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan.
"Kami mengucapkan terima kasih atas seluruh pengabdian dan kontribusi yang telah diberikan selama bertugas di Rutan Boyolali. Semoga masa purna bakti menjadi awal pengabdian di tengah masyarakat dengan penuh kebahagiaan," ujar Kepala Rutan.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Dini Sukesi yang telah mengabdi selama kurang lebih 10 tahun di Rutan Boyolali. Kepala Rutan berharap, meski kini bertugas di lingkungan yang berbeda, hubungan kekeluargaan dan silaturahmi tetap terjalin dengan baik.
"Kami persilakan apabila sewaktu-waktu memiliki waktu senggang untuk kembali berkunjung ke Rutan Boyolali. Semoga sukses menjalankan amanah di tempat yang baru dan tetap menjaga komunikasi serta silaturahmi," katanya.
Sementara itu, Fathur Rohman Julianto mengaku bersyukur atas perjalanan pengabdiannya di Rutan Boyolali. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pimpinan dan rekan kerja yang telah mendampinginya selama bertugas.
Baginya, Rutan Boyolali bukan sekadar tempat bekerja, melainkan telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya karena menghabiskan kurang lebih setengah abad masa pengabdian sebagai aparatur sipil negara. Dalam kesempatan tersebut, ia juga membagikan pesan kepada seluruh pegawai agar menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan.
Menurut Fathur, kunci menjalani pengabdian sebagai ASN dengan tenang adalah menerima setiap amanah dengan ikhlas, memperbanyak rekan, serta menghindari prasangka buruk terhadap sesama pegawai. Ia juga menekankan pentingnya membangun kerja sama karena setiap jabatan memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan organisasi.
"Sekecil apa pun jabatan yang diemban, semuanya memiliki peran penting bagi institusi. Karena itu, mari bekerja bersama-sama, saling mendukung, dan menjaga kekompakan," pesannya.
Pada kesempatan yang sama, Dini Sukesi turut menyampaikan rasa terima kasih atas kebersamaan selama satu dekade mengabdi di Rutan Boyolali. Ia mengaku memperoleh banyak pengalaman dan pembelajaran berharga selama menjadi bagian dari keluarga besar Rutan Boyolali.

Posting Komentar