Boyolali — Rumah Tahanan Negara Boyolali kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan melalui kegiatan panen hasil budidaya warga binaan pemasyarakatan (WBP). Sebanyak 16,5 kilogram kacang panjang berhasil dipanen di area lahan pertanian Rutan Boyolali pada Senin (22/06).
Kegiatan panen dilakukan bersama oleh petugas dan warga binaan yang selama ini terlibat langsung dalam proses penanaman hingga perawatan tanaman. Kacang panjang tersebut merupakan hasil budidaya yang dikelola oleh WBP sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian di lingkungan rutan.
Petugas Rutan Boyolali bersama warga binaan tampak antusias memanen hasil pertanian yang telah dirawat secara rutin. Selain menjadi sarana pembinaan keterampilan bagi WBP, program pertanian tersebut juga menjadi langkah nyata dalam mendukung ketahanan pangan di lingkungan rutan.
Kepala Rutan Boyolali, Ervans Bahrudhin Mulyanto, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk pembinaan produktif sekaligus upaya pemenuhan kebutuhan pangan di lingkungan rutan.
“Program budidaya pertanian ini menjadi salah satu upaya kami dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus memberikan keterampilan positif bagi warga binaan. Hasil panen nantinya juga dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi warga binaan,” ujarnya.
Hasil panen kacang panjang selanjutnya akan diolah menjadi menu makanan bagi warga binaan. Pemanfaatan hasil budidaya tersebut diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan pangan sekaligus meningkatkan kualitas konsumsi bagi WBP di Rutan Boyolali.
Program pertanian yang dijalankan Rutan Boyolali menjadi salah satu bentuk pembinaan yang tidak hanya memberikan keterampilan bercocok tanam kepada warga binaan, tetapi juga menumbuhkan semangat kemandirian dan kebersamaan di dalam lingkungan pemasyarakatan. (sg)


Posting Komentar