Rutan Boyolali Siapkan Lahan Budidaya Bawang Merah dengan Pemasangan Plastik Mulsa

  


Boyolali – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Boyolali terus mengoptimalkan program ketahanan pangan melalui pengembangan budidaya bawang merah. Sebagai bagian dari persiapan masa tanam, warga binaan pemasyarakatan (WBP) didampingi petugas melaksanakan pemasangan dan pelubangan plastik mulsa di lahan pertanian Rutan Boyolali, Kamis (18/06).

Kegiatan diawali dengan pemasangan plastik mulsa pada bedengan yang telah disiapkan sebelumnya. Proses tersebut dilakukan oleh WBP dengan pendampingan petugas. Setelah seluruh bedengan tertutup mulsa, kegiatan dilanjutkan dengan pelubangan plastik sesuai jarak tanam yang telah ditentukan. Dari kegiatan tersebut, petugas dan WBP berhasil membuat sekitar 500 lubang tanam yang nantinya akan digunakan sebagai media penanaman bawang merah.

Selain melakukan pemasangan dan pelubangan mulsa, petugas bersama WBP juga melaksanakan pemilahan benih bawang merah yang akan digunakan untuk penanaman. Benih dipilih berdasarkan kualitas dan kondisi fisiknya guna memastikan hanya umbi yang sehat dan layak tanam yang digunakan sehingga mampu menghasilkan pertumbuhan tanaman yang optimal.

Penggunaan plastik mulsa menjadi salah satu metode budidaya yang diterapkan karena memiliki berbagai manfaat, seperti menjaga kelembapan tanah, menekan pertumbuhan gulma, mempertahankan suhu tanah tetap stabil, serta mengurangi penguapan air. Dengan metode tersebut, tanaman bawang merah diharapkan dapat tumbuh lebih baik dan menghasilkan panen yang maksimal.

Kepala Rutan Boyolali, Ervans Bahrudhin Mulyanto, menyampaikan bahwa kegiatan budidaya pertanian tidak hanya bertujuan mendukung program ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan untuk memperoleh keterampilan yang bermanfaat.

"Melalui keterlibatan langsung dalam setiap tahapan budidaya, mulai dari pemilahan benih, pemasangan dan pelubangan mulsa hingga proses perawatan tanaman, warga binaan memperoleh pengalaman serta keterampilan praktis di bidang pertanian yang dapat menjadi bekal setelah mereka kembali ke tengah masyarakat," ujar Ervans.

Ia menambahkan, program pembinaan kemandirian melalui sektor pertanian akan terus dikembangkan sebagai upaya meningkatkan produktivitas warga binaan sekaligus mendukung program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan khususnya di bidang ketahanan pangan.

Dengan semangat kebersamaan, petugas dan WBP Rutan Boyolali terus berupaya mengelola lahan pertanian secara produktif. Selain memberikan manfaat berupa hasil panen yang bernilai ekonomis, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menumbuhkan etos kerja, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemandirian bagi warga binaan selama menjalani masa pembinaan. (sg)


0/Post a Comment/Comments

Ads1
Ads2