Boyolali – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Boyolali
terus mengembangkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui
budidaya pertanian hidroponik. Pada Sabtu (06/06), Rutan Boyolali melaksanakan
kegiatan pemindahan bibit melon varietas Sweet Lavender dari media semai ke
netpot hidroponik.
Kegiatan peletakan bibit ke dalam netpot dilakukan secara
langsung oleh Kepala Rutan Boyolali, Ervans Bahrudhin Mluyanto, bersama jajaran
pejabat struktural dan staf Rutan Boyolali. Kegiatan ini merupakan tahapan
penting dalam proses budidaya melon hidroponik setelah bibit melewati masa
penyemaian.
Setelah menjalani proses penyemaian selama kurang lebih 10
hari, bibit melon Sweet Lavender dinilai telah siap dipindahkan ke sistem
hidroponik. Bibit yang sehat ditandai dengan kondisi daun yang hijau segar
serta batang yang kokoh, sehingga memiliki peluang tumbuh optimal pada fase
berikutnya.
Dalam pelaksanaannya, petugas memastikan seluruh kebutuhan
pertumbuhan tanaman terpenuhi. Aliran nutrisi pada talang hidroponik dijaga
agar tetap lancar, konsentrasi nutrisi dipertahankan pada kisaran 300 PPM
selama tiga hari pertama setelah pemindahan, serta tingkat keasaman (pH) air
dijaga stabil pada angka 6,5 untuk mendukung penyerapan unsur hara secara
maksimal.
Kepala Rutan Boyolali menyampaikan bahwa kegiatan budidaya
melon hidroponik ini tidak hanya bertujuan untuk menghasilkan produk pertanian
yang berkualitas, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran dan pengembangan
keterampilan bagi warga binaan. Melalui program pembinaan kemandirian tersebut,
diharapkan warga binaan dapat memperoleh pengetahuan serta pengalaman yang
bermanfaat sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat.
Dengan perawatan yang optimal dan pengawasan yang
berkelanjutan, bibit melon Sweet Lavender yang telah dipindahkan ke netpot
hidroponik diharapkan dapat tumbuh dengan baik hingga memasuki masa panen dan
menghasilkan buah berkualitas. (sg)


Posting Komentar