Boyolali – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Boyolali
menggelar kegiatan minum susu bersama yang diikuti oleh seluruh pegawai dan
warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lapangan Blok A Rutan Boyolali, Jumat
(05/06).
Kegiatan diawali dengan senam bersama yang diikuti secara
antusias oleh petugas dan warga binaan. Usai berolahraga, seluruh peserta
melaksanakan aksi minum susu sapi segar bersama sebagai bagian dari upaya
menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.
Kepala Rutan Kelas IIB Boyolali, Ervans Bahrudhin Mulyanto,
turut hadir dan memberikan pengarahan singkat kepada seluruh warga binaan.
Dalam arahannya, ia mengingatkan pentingnya memahami serta melaksanakan hak dan
kewajiban sebagai warga binaan pemasyarakatan selama menjalani masa pembinaan
di dalam rutan.
Ervans menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah
satu bentuk pemenuhan hak rekreasional sekaligus hak kesehatan bagi warga
binaan. Menurutnya, olahraga bersama dan konsumsi susu segar dapat menjadi
langkah preventif untuk menjaga kondisi fisik agar tetap prima.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin memberikan ruang
rekreasi yang positif bagi warga binaan sekaligus meningkatkan kesadaran akan
pentingnya menjaga kesehatan. Apalagi saat ini cukup banyak masyarakat yang
mengalami gangguan kesehatan, sehingga diperlukan upaya-upaya pencegahan
melalui pola hidup sehat,” ujarnya.
Selain menjadi sarana menjaga kesehatan, kegiatan ini juga
dimanfaatkan sebagai media komunikasi antara jajaran petugas dengan warga
binaan. Setelah pengarahan selesai, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab
yang memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk menyampaikan pertanyaan
maupun aspirasi secara langsung kepada Kepala Rutan dan para pejabat
struktural.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Melalui
dialog terbuka tersebut, berbagai informasi terkait pelaksanaan pembinaan, hak
dan kewajiban warga binaan, serta layanan pemasyarakatan dapat disampaikan
secara langsung dan transparan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Rutan Boyolali
berharap dapat terus menciptakan lingkungan pembinaan yang sehat, humanis, dan
kondusif, sekaligus mendukung terwujudnya tujuan pemasyarakatan dalam membentuk
warga binaan yang lebih baik dan siap kembali ke tengah masyarakat. (sg)

Posting Komentar