Boyolali – Perkembangan budidaya melon hidroponik yang
dikelola di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Boyolali menunjukkan hasil yang
menggembirakan. Memasuki hari kelima setelah proses pemindahan bibit ke netpot,
tanaman melon varietas Sweet Lavender hasil budidaya Warga Binaan
Pemasyarakatan (WBP) tampak tumbuh dengan baik dan subur di Greenhouse Melon
Hidroponik Rutan Boyolali, Rabu (10/06).
Pertumbuhan bibit yang optimal tersebut menjadi indikator
bahwa proses budidaya berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan.
Daun-daun bibit terlihat segar dengan warna hijau cerah, sementara batang
tanaman mulai menunjukkan perkembangan yang sehat sebagai bekal memasuki fase
pertumbuhan berikutnya.
Selain pemantauan kondisi fisik tanaman, petugas bersama WBP
juga melakukan penyesuaian terhadap nutrisi yang diberikan kepada tanaman. Pada
hari kelima ini, kadar nutrisi atau Parts Per Million (PPM) mengalami
peningkatan dari sebelumnya berada pada angka 300 menjadi 500 PPM dengan
penambahan nutrisi sebanyak 200 PPM. Penyesuaian tersebut dilakukan untuk
memenuhi kebutuhan unsur hara seiring bertambahnya usia tanaman.
Sementara itu, tingkat keasaman atau pH larutan nutrisi
tetap dipertahankan pada angka 6,5. Kondisi tersebut dinilai ideal untuk
mendukung penyerapan nutrisi oleh akar sehingga pertumbuhan bibit melon dapat
berlangsung secara optimal.
Program budidaya melon hidroponik ini merupakan salah satu
bentuk pembinaan kemandirian yang dilaksanakan Rutan Boyolali. Melalui kegiatan
tersebut, WBP tidak hanya memperoleh pengalaman bercocok tanam dengan metode
modern, tetapi juga dibekali keterampilan yang dapat menjadi bekal produktif
setelah kembali ke tengah masyarakat.
Progres positif yang ditunjukkan pada fase awal pertumbuhan ini diharapkan dapat terus terjaga hingga masa panen nanti, sehingga budidaya melon hidroponik di Rutan Boyolali dapat menjadi contoh keberhasilan pembinaan yang berorientasi pada peningkatan keterampilan dan pemberdayaan warga binaan. (sg)


Posting Komentar