Boyolali – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Boyolali menerima kunjungan enam Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tingkat I yang tengah melaksanakan kegiatan Latihan Kerja, Senin (15/06). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Rutan Kelas IIB Boyolali tersebut menjadi sarana bagi para taruna untuk mengenal lebih dekat sistem pemasyarakatan yang diterapkan di Indonesia.
Kedatangan enam taruna tersebut didampingi oleh pendamping dari Polres Boyolali. Rombongan diterima langsung oleh Kepala Rutan Kelas IIB Boyolali, Ervans Bahrudhin Mulyanto, bersama Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka.KPR), M. Rifqi Nazief.
Dalam kesempatan tersebut, Karutan Boyolali menyampaikan mengenai sistem pemasyarakatan yang berlaku saat ini. Para taruna diperkenalkan dengan tugas dan fungsi masing-masing petugas pemasyarakatan, mulai dari aspek pengamanan, pelayanan, pembinaan, hingga administrasi.
Selain itu, Ervans juga menjelaskan mengenai hak dan kewajiban yang dimiliki oleh narapidana maupun tahanan selama berada di dalam rutan. Penjelasan tersebut mencakup pemenuhan hak-hak dasar warga binaan, aturan tata tertib yang harus dipatuhi, serta berbagai program pembinaan yang menjadi bagian dari proses pembentukan kembali perilaku warga binaan agar siap kembali ke masyarakat.
"Pemasyarakatan bukan semata-mata soal pengamanan, tetapi juga bagaimana negara hadir untuk membina dan mempersiapkan warga binaan agar dapat kembali menjadi pribadi yang lebih baik dan produktif ketika kembali ke tengah masyarakat," ujar Ervans di hadapan para taruna.
Tidak hanya mendapatkan materi secara teoritis, para Taruna Akpol juga diajak meninjau secara langsung berbagai aktivitas pembinaan yang dijalankan di Rutan Boyolali. Mereka melihat kegiatan pembinaan kemandirian di greenhouse melon hidroponik yang menjadi salah satu program unggulan rutan.
Selanjutnya, rombongan diajak mengunjungi area pertanian dan perikanan untuk menyaksikan secara langsung keterlibatan warga binaan dalam kegiatan produktif. Program-program tersebut menjadi wadah bagi warga binaan untuk memperoleh keterampilan dan pengalaman kerja yang diharapkan dapat menjadi bekal setelah menyelesaikan masa pidana.
Melalui kunjungan ini, para Taruna Akpol memperoleh gambaran nyata mengenai pelaksanaan sistem pemasyarakatan di lapangan serta pentingnya sinergi antara institusi kepolisian dan pemasyarakatan dalam mendukung penegakan hukum yang berorientasi pada pembinaan.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Diharapkan pengalaman tersebut dapat memperluas wawasan para calon perwira Polri tentang peran strategis pemasyarakatan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari sistem peradilan pidana di Indonesia. (sg)


Posting Komentar