Hasilkan Jagung Manis Berkualitas Super, WBP Rutan Boyolali Sukses Budidaya Jagung Hibrida

  


Boyolali – Upaya pembinaan kemandirian sekaligus mendukung program ketahanan pangan di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Boyolali kembali menunjukkan hasil yang membanggakan. Setelah melalui proses perawatan selama kurang lebih tiga bulan, warga binaan pemasyarakatan (WBP) Rutan Boyolali berhasil memanen jagung hibrida dengan kualitas yang sangat baik di lahan budidaya milik rutan, Sabtu (13/06).

Kegiatan panen dilakukan secara bersama-sama oleh petugas dan warga binaan. Suasana penuh semangat tampak mewarnai proses pemetikan jagung yang telah memasuki masa panen. Hasil yang diperoleh pun memuaskan. Jagung yang dipanen memiliki ukuran bonggol yang besar, biji berwarna kuning cerah, serta terisi penuh hingga ke ujung tongkol.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa program pembinaan kemandirian di bidang pertanian yang dijalankan Rutan Boyolali mampu memberikan hasil nyata. Selain menjadi sarana pembelajaran dan peningkatan keterampilan bagi warga binaan, hasil budidaya tersebut juga mendukung pemenuhan kebutuhan pangan di lingkungan rutan.

Rencananya, jagung hasil panen tersebut akan dimanfaatkan sebagai bahan konsumsi bagi warga binaan Rutan Boyolali. Langkah ini sejalan dengan program Aksi Kemenimipas dalam upaya mewujudkan kemandirian pangan melalui pemanfaatan lahan yang tersedia secara produktif dan berkelanjutan.

Menariknya, tidak hanya hasil utama berupa jagung yang dimanfaatkan. Bagian lain dari tanaman, seperti daun dan batang jagung, juga diolah untuk mendukung kegiatan pembinaan lainnya. Sisa tanaman tersebut digunakan sebagai pakan ternak domba yang dikelola di lingkungan Rutan Boyolali, sehingga menciptakan sistem pemanfaatan hasil pertanian yang lebih optimal dan minim limbah.

Kepala Rutan Kelas IIB Boyolali, Ervans Bahrudhin Mulyanto, dalam kesempatan terpisah menyampaikan apresiasinya atas kerja keras petugas dan warga binaan yang telah merawat tanaman hingga berhasil dipanen dengan hasil yang memuaskan.

"Keberhasilan panen jagung hibrida ini menunjukkan bahwa warga binaan memiliki kemampuan dan potensi yang dapat terus dikembangkan melalui program pembinaan yang tepat. Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini juga menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta keterampilan yang diharapkan dapat menjadi bekal positif ketika mereka kembali ke tengah masyarakat," ujar Ervans.

Ia menambahkan, Rutan Boyolali akan terus mengoptimalkan berbagai program pembinaan berbasis kemandirian dan ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan yang ada. Dengan demikian, selain memberikan manfaat ekonomi dan sosial, program tersebut juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan pemasyarakatan yang lebih produktif, mandiri, dan bermanfaat bagi masyarakat.


0/Post a Comment/Comments

Ads1
Ads2