BOYOLALI — Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Boyolali membuka
wisata petik melon jenis sweet lavender yang dibudidayakan oleh warga binaan
melalui sistem hidroponik. Kegiatan yang digelar pada Senin (11/5/2026)
tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat Boyolali dan sekitarnya.
Kegiatan bertajuk “Warga Binaan Berdaya” itu berlangsung di
Greenhouse Hidroponik Rutan Boyolali. Sebanyak 120 buah melon sweet lavender
hasil budidaya warga binaan dipanen dan dibuka untuk masyarakat umum.
Melalui program pembinaan tersebut, warga binaan dibekali
keterampilan pertanian modern berbasis hidroponik sebagai upaya menumbuhkan
kemandirian dan produktivitas selama menjalani masa pidana.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak kegiatan dimulai. Dalam
waktu singkat, seluruh melon yang disediakan habis terjual. Kehadiran
masyarakat dinilai menjadi bentuk dukungan nyata terhadap hasil karya warga
binaan sekaligus program pembinaan kemandirian yang dijalankan Rutan Boyolali.
Salah satu pengunjung, Ibu Dwi Wati, mengaku mengapresiasi
hasil budidaya melon yang dinilai berkualitas dan melimpah.
“Alhamdulillah panennya melimpah, dan semoga bisa
dikembangkan lagi,” ujar Dwi Wati, warga Boyolali.
Kepala Rutan Boyolali, Ervans Bahrudhin Mulyanto,
menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah
hadir dan meramaikan kegiatan tersebut.
Ia menjelaskan, hasil penjualan melon nantinya akan
diberikan sebagai premi kepada warga binaan yang terlibat langsung dalam
budidaya melon hidroponik.
“Premi tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan
keluarga warga binaan, termasuk untuk membeli perlengkapan sekolah dan buku
bagi anak-anak mereka di rumah,” ujarnya.
Menurutnya, program pembinaan pertanian hidroponik tersebut
juga selaras dengan program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan,
Agus Andrianto, serta arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, terkait
penguatan ketahanan dan kemandirian pangan melalui sektor pertanian.
Program tersebut memanfaatkan lahan yang tersedia di
lingkungan rutan dan lapas sebagai sarana pembinaan produktif bagi warga
binaan. Selain pembinaan kepribadian, kegiatan ini juga diarahkan untuk
memperkuat keterampilan kerja dan produktivitas warga binaan agar memiliki
bekal yang bermanfaat setelah kembali ke tengah masyarakat.

Posting Komentar