BOYOLALI — Setelah menjalani masa magang selama enam bulan
di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Boyolali, Tim MagangHub Kementerian
Ketenagakerjaan (Kemnaker) Batch 2 menutup kegiatan mereka dengan memaparkan
berbagai ide dan inovasi yang dinilai potensial untuk diterapkan di lingkungan
rutan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Rutan Boyolali, Selasa (19/05).
Pemaparan inovasi dilakukan oleh enam kelompok peserta
magang berdasarkan bidang penempatan masing-masing, yakni bagian pembinaan
kemandirian dan kepribadian, pengelola fasilitas umum, barang milik negara
(BMN), perawat dan apoteker, keuangan, serta sosiologi. Presentasi tersebut
disampaikan di hadapan Kepala Rutan Boyolali, Ervans Bahrudhin Mulyanto,
beserta para mentor yang selama ini mendampingi peserta selama menjalani
program magang.
Berbagai gagasan inovatif dipresentasikan dalam kegiatan
tersebut, mulai dari konsep Eco Farm Cycle hingga program English Day bagi
warga binaan pemasyarakatan (WBP). Seluruh ide yang dipaparkan dinilai relevan
dengan kebutuhan pembinaan dan pengembangan program di Rutan Boyolali saat ini.
Kepala Rutan Boyolali, Ervans Bahrudhin Mulyanto,
menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi yang diberikan para peserta
magang selama berada di Rutan Boyolali. Ia mengaku terkesan dengan kualitas ide
yang disampaikan para peserta.
Menurutnya, salah satu inovasi yang sangat memungkinkan
untuk segera diterapkan ialah konsep sistem pertanian terintegrasi melalui
program Eco Farm Cycle. Program tersebut memanfaatkan limbah dapur dan kotoran
ternak domba sebagai pupuk organik untuk tanaman yang dibudidayakan di
lingkungan rutan. Selain itu, sebagian hasil tanaman juga dapat dimanfaatkan
kembali sebagai pakan ternak sehingga menciptakan sistem yang berkelanjutan dan
ramah lingkungan.
“Inovasi ini sangat sejalan dengan program ketahanan pangan
yang sedang dikembangkan di Rutan Boyolali. Konsep pemanfaatan limbah menjadi
pupuk organik dan integrasi dengan peternakan dinilai sangat efektif dan
bermanfaat,” ujar Ervans.
Selain itu, program pembinaan English Day bagi WBP juga
mendapat perhatian khusus. Program tersebut dinilai mampu mendukung peningkatan
kemampuan bahasa Inggris warga binaan, khususnya bagi mereka yang tengah
mengikuti program PKBM Kejar Paket A, B, dan C.
Dengan adanya pembiasaan penggunaan bahasa Inggris dalam
kegiatan tertentu, diharapkan para warga binaan dapat lebih memahami dan fasih
berbahasa Inggris sehingga mampu menunjang proses pembelajaran maupun
keterampilan mereka setelah kembali ke masyarakat.
Kegiatan presentasi inovasi tersebut sekaligus menjadi momentum
akhir dari program MagangHub Kemnaker Batch 2 di Rutan Boyolali. Suasana haru
dan penuh apresiasi mewarnai akhir kegiatan, sebagai bentuk penghargaan atas
kontribusi dan pengalaman yang telah dibangun bersama selama enam bulan
terakhir. (sg)

Posting Komentar