Penguatan Tugas Pengamanan, Rutan Boyolali Tingkatkan Profesionalisme Petugas



Boyolali — Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Boyolali terus berkomitmen meningkatkan kualitas pengamanan melalui kegiatan penguatan tugas dan fungsi pengamanan yang dilaksanakan pada Selasa (21/4/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat profesionalisme serta meningkatkan kewaspadaan petugas dalam menjaga stabilitas keamanan, sekaligus mendukung optimalisasi pembinaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Kepala Rutan Kelas IIB Boyolali, Ervans Bahrudhin Mulyanto, menegaskan bahwa pengamanan merupakan ujung tombak dalam menciptakan situasi rutan yang aman dan kondusif. Dalam pelaksanaannya, ia didampingi oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Boyolali, Rifqi Nazief Hanif.

“Petugas pengamanan harus mampu menjalankan tugas dengan penuh konsentrasi, tanggung jawab, serta menjunjung tinggi profesionalisme dalam setiap situasi,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, para petugas mendapatkan pengarahan terkait pentingnya peran strategis pengamanan, termasuk dalam menangani berbagai kejadian baik positif maupun negatif secara profesional dan objektif. Penekanan juga diberikan pada pentingnya sikap kehati-hatian dalam menyikapi dugaan pelanggaran oleh WBP, tanpa menggunakan kekerasan, baik fisik maupun nonfisik.

Selain itu, petugas diimbau untuk selalu melakukan analisis secara cermat terhadap setiap kejadian guna memahami latar belakang serta potensi maksud tertentu yang dapat mengganggu keamanan. Langkah ini dinilai krusial sebagai upaya deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.

Penguatan tugas juga mencakup konsistensi dalam pelaksanaan standar operasional prosedur (SOP), serta peningkatan kewaspadaan melalui kontrol keliling (trolling) yang dilakukan secara tidak terjadwal agar tidak mudah diprediksi. Pengawasan kamar hunian turut menjadi perhatian utama, termasuk kewajiban dokumentasi kondisi kamar sebagai bagian dari pelaporan berkala, khususnya di Blok A dan Blok B.

Dalam rangka menjaga kesinambungan tugas, disampaikan pula mekanisme pemberitahuan secara berantai apabila terdapat petugas yang berhalangan hadir. Hal ini dilakukan guna memastikan operasional pengamanan tetap berjalan optimal tanpa hambatan.

Kegiatan berlangsung dengan lancar, tertib, dan kondusif. Hasil yang dicapai antara lain meningkatnya pemahaman dan kewaspadaan petugas, terwujudnya pelaksanaan pengamanan yang lebih profesional sesuai SOP, serta meningkatnya sinergi antara fungsi pengamanan dan pembinaan.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan sistem pengamanan di Rutan Boyolali semakin kuat dan mampu menciptakan lingkungan yang aman serta kondusif bagi seluruh warga binaan maupun petugas.

0/Post a Comment/Comments

Ads1
Ads2