BOYOLALI — Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Boyolali kembali menyelenggarakan kegiatan pendidikan nonformal bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) melalui program CERDAS WBP (Cipta Edukasi, Reintegrasi, Disiplin, Amanah, dan Santun). Kali ini, kegiatan difokuskan pada pembelajaran matematika yang dilaksanakan di Aula Rutan Boyolali, Jumat (09/01).
Sebanyak 18 WBP peserta pendidikan kesetaraan Kejar Paket C mengikuti kegiatan belajar mengajar yang dipandu oleh guru matematika dari PKBM Widya Karya Boyolali, Ibu Rismiyati. Materi yang disampaikan adalah peluang, salah satu pokok bahasan dalam kurikulum pendidikan kesetaraan tingkat SMA.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Rutan Boyolali dalam mendukung program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya pada aspek pendidikan kesetaraan bagi narapidana dan anak binaan. Melalui pendidikan nonformal, warga binaan diberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan yang sempat terhenti selama menjalani masa pidana.
Selama proses pembelajaran, para WBP tampak mengikuti kegiatan dengan tertib dan antusias. Mereka aktif mengingat kembali materi pelajaran yang pernah dipelajari saat masih bersekolah, serta terlibat dalam diskusi dan latihan soal yang diberikan oleh pengajar.
Kepala Rutan Kelas IIB Boyolali, Ervans Bahrudhin Mulyanto, dalam kesempatan terpisah menyampaikan bahwa program pendidikan kesetaraan memiliki peran strategis dalam pembinaan warga binaan.
“Program ini diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi warga binaan. Tidak hanya untuk menuntaskan jenjang pendidikan dan memperoleh ijazah, tetapi juga sebagai bekal dalam mempersiapkan diri kembali ke masyarakat setelah selesai menjalani masa pidana,” ujarnya.
Menurutnya, melalui pendidikan kesetaraan, warga binaan diharapkan memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi dunia kerja serta kehidupan sosial secara mandiri dan bertanggung jawab sebagai bagian dari proses reintegrasi sosial. (sg)

Posting Komentar